Jumat, 08 April 2011

my baby

innalilahi wainnailaihi roji’un………ya allah semua milik-Mu dan akan kembali pada-Mu…sudah sebulan aku ditinggal bayiku,bayiku keracunan ketuban sungguh sedih hatiku bayi yg ku tunggu2 selama 9 bulan dikandungan tapi meninggalkan kami begitu cepat.selama 9 bulan dikandungan aku udah merasa bayiku ada,selalu diajak ngobrol,diajak becanda kadang selalu berebutan ma suamiku…kalo inget itu sedih rasanya….kadang aku menyalahkan diri sendiri karena usia kehamilanku yg melewati batas 9 bulan lbh 10 hari sehingga ketubanku meracuni bayiku,kadang berfikir apakah allah marah padaku karena pada saat mules persalinan aku malah teriak2 gak karuan karena menahan sakit yg luar biasa sgt sulit aku mengeluarkan kata2 asma allah ya allah ampuni aku…..,kadang aku menyalahkan dokter yg nanganin aku pd saat 9 bulan aku control dokter bilang tunggu seminggu lagi knapa gak lgsung pd wkt itu jg bayiku dikeluarkan,kadang nyalahin dokter persalinan kenapa gak ke cek air ketuban udah beracun masih saja dilakukan persalinan normal kenapa gak disesar?apa gak keliatan di usg kalo air ketuban udah keruh?kadang nyalahin aku jg kenapa aku gak kerumah sakit yg mahal sekalian semua campur aduk hingga membuat kepalaku panas mungkin ini yang namanya stres….ya allah ampuni aku ternyata itu hanyalah syetan yg mencoba mempengaruhi aku untunglah suamiku terus membimbing aku supaya aku sabar dan ikhlas menerima ini….kenapa harus bersedih toh bayi kita sudah bahagia di syurga bersama malaikat,harusnya kita bangga anak kita masuk syurga nanti anak kita akan menjemput kita dipintu syurga amin selalu ku ingat itu astagfireloh ya allah ampuni aku…aku ikhlas ya allah semua ini adalah kehendak-Mu semoga engkau menggantikannya yg lebih baik semoga engkau berkenan menitipkan anak kembali padaku yang sehat,panjang umur amin amin ya allah…….
sudah 5 tahun juga ayahku pergi…pada waktu itu aku dan keluarga sangat sedih sekali karena ayahku tumpuan keluargaku,dengan berjalan waktu alhamdulilah kesedihanku dan keluarga tidak berlarut-larut karena waktu itu aku kembali aktivitas kuliah,kerja dan skrg sudah menikah tanpa didampingi ayahku……..

Ketika Ditinggal

Pernah merasakan ditinggal mati oleh orang2 yang kita cintai?? bisa orang tua, pasangan hidup, anak, saudara atau siapa pun?? apa yang anda rasakan?? kesedihan yang tak berkesudahan atau merelakan orang yang kita cintai kembali ke Sang Pencipta?? .. Menurut artikel di Kompas.Com hari ini .. rasa kehilangan itu, bersifat individual. Begitu juga dengan proses untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Kata seorang psikolog yang masih berduka setelah suaminya berpulang setahun lalu .. “Buku atau teori adalah pengalaman kata yang kadang seperti tidak menyentuh realitas pengalaman.” Barangkali psikiater Judith Lewis Herman dalam Trauma and Recovery (1997) dapat memberi penjelasan. Ia menulis, dalam kedukaan yang pekat ada satu situasi kritis di mana seseorang seperti berada di tepi jurang. Ada tiga pilihan di situ: diam, mundur, atau melompatinya.
Banyak orang memilih melompat dan berhasil karena kesadaran yang kuat bahwa hidup harus dilanjutkan. Untuk sampai pada keputusan itu, prosesnya bergantung pada pergulatan yang sangat personal dalam diri setiap orang. Yang bisa dikenali hanya pola, meski dukungan sangat dibutuhkan.
”Setiap orang akan mengalami pengalaman yang unik dan khusus, tergantung caranya ditinggalkan,” ujar Bu Sap, profesor di bidang psikologi. ”Saya bahagia karena Pak Sadli pergi dalam damai, tidak tampak kesakitan, dan saya ada di situ.”
Namun diakui, teman dan anggota keluarga adalah faktor penting pada masa-masa seperti itu. ”Teman itu kan pelabuhan hati,” ujar Ny Sophie Sarwono. Meski demikian, ketergantungan pada teman, sebagaimana pada anggota keluarga, ada batasnya. ”Semua orang sibuk, anak- anak kita juga sibuk. Hidup kita tidak boleh berhenti setelah pemakaman.”
Ia merasa ”beruntung” karena saat itu disibukkan acara reuni besar teman-teman sekolah di HBS (Hogere Burger School/sekolah setingkat SMP zaman Hindia Belanda) yang sudah disusun rencananya setahun sebelumnya. ”Saya punya kegiatan yang menyita tenaga dan perhatian,” kenangnya. Setelah itu ia pelan-pelan kembali aktif di berbagai kegiatan sosial.
Kuncinya Menerima
”Life must go on,” sambung Puri, yang selama enam bulan setelah kesibukan pasca-pemakaman selesai, tak tahu apa yang harus dilakukan. Sampai pada satu titik, ia dikenalkan seorang teman pada teman-teman (perempuan) yang menggandengnya menuju pencerahan spiritual-ilmiah. Dari pertemuan reguler ia menjadi lebih memahami hakikat kehidupan dan kematian.
Dalam bahasa lebih sederhana, Ny Ratna Sridharti mengatakan, ”Yang pulang tidak akan kembali. Saya ikhlas, karena kita semua memang harus pulang. Tinggal waktunya saja.” Pergulatan batin menuju ikhlas itu berlangsung sekitar tiga bulan. Setelah itu ia melanjutkan kegemarannya, merajut, berkebun, dan membaca; yang semuanya bersifat meditatif. ”Sekarang sudah tidak bisa berkebun lagi karena jalan saja harus pakai tongkat,” ujarnya.
Pertemuan dengan teman-teman dan keluarga dalam arisan reguler juga sangat membantu, dan karenanya, selalu ditunggu. ”Tetapi teman-teman yang sudah sepuh lama-lama juga habis karena pulang duluan.” Ny Lien menarik diri dari seluruh kegiatan sekitar satu tahun. Namun teman-teman dan anggota keluarga tak jera mendekatinya, sampai akhirnya Lien dapat menangis. Ajaib, tangisan itulah yang menyembuhkan.
”Akhirnya terpikir, untuk apa saya begitu terus. Kesedihan membuat saya meninggalkan orang-orang yang mencintai saya,” ujar Ny Lien yang kini aktif di organisasi sosial Ikatan Wanita Melur di Bandung.
Karena menyadari pentingnya peran teman dalam masa-masa transisi seusai pemakaman suami, Ny Sophie Sarwono mengajak Bu Sap untuk sering bertemu, nanti, kalau kesibukannya sudah berkurang. ”Ayo, kita ngobrol, yang ringan-ringan saja… talking nonsense….” (Kompas.com, Minggu 27 Januari 2008, 12:24 WIB, MH/IND)
Artikel terkait :
Usai Pemakaman

Rabu, 30 Maret 2011

"Cantik itu Relatif Jelek itu Mutlak



Aku ingin terus menerus cantik,sempurna dan seksi.” Ujar KD dalam bukunya My life My Secret.

Cantik? Sempurna ? Seksi?  Ada yang bisa menjelaskan definisi tiga kata yang selalu didambakan oleh banyak wanita itu. Seperti apa sih orang yang dibilang cantik?, adakah orang di dunia ini yang sempurna? Apakah punya body seperti gitar Spanyol itu namanya sexy?

Ternyata wanita yang kita katakan cantik itu, belum tentu cantik menurut orang lain. Suatu ketika seorang teman lagi menyukai seseorang yang dia katakan “cantik”,  komentar saya,”apa yang membuat kamu tertarik sama wanita itu?

”Dia baik hati, menarik, energik, cerdas, apa adanya dan enak diajak diskusi. Bersamanya serasa dunia ini tidak ada masalah. Karena itulah maka saya bilang dia cantik.” teman yang lain  berkata,”Cantik dari mananya? orang item, kurus  gitu koq…”

Di lain waktu, teman lain menyodorkan sebuah foto seorang wanita  kemudian bertanya,”Cantik nggak?” saya perhatikan dengan seksama.di foto itu terlihat seorang  wanita berbusana serba minim. rok Mini, dipadu dengan Tenk Top. warna rambutnya Merah, matanya Biru sepeti mata bule.

Melihat foto itu, kemudian aku berkata,” cantik apanya? lha jelek gini koq…” kawan saya kemudian berkata,”dasar selera kampung! cewek cantik gini dibilang jelek!” aku tertawa. definisi cantik memang berbeda-beda.

Aku setuju dengan pernyataan ini “Cantik itu Relatif dan Jelek itu Mutlak”
Jelek itu absolute,beda halnya dengan cantik yang memiliki arti berbeda-beda tiap orang tetapi satu obyek. 

Sehingga jika cantik dikonversikan ke dalam software, cantik itu Beta version dan Jelek itu stable version.  Dengan demikian, jelek tanpa perdebatan dan cantik debatable. (baca di internet)

Sebuah survey dikalangan masyarakat berusia lanjut yang kelihatan lebih awet muda menunjukkan. 

“ Penampilan awet muda dan panjang umur bukan karena diet, tidak merokok, tidak minum alcohol atau olah raga”. Kuncinya adalah BERSIKAP IKLAS (mengizinkan apapun yang terjadi pada diri mereka)

Manusia itu bersifat unik, Percaya diri dan bahagia akan tumbuh ketika hati mampu menerima keunikan diri sendiri dengan menerima apa adanya.

Sah-sah saja terobsesi punya wajah cantik seperti Penelope Cruz  asal jangan kebablasan . Sebab angan yang jauh dari kenyataan akan menimbulkan ketidakpuasan yang mengakibatkan kekecewaan yang menjadikan obsesif.

Teringat dulu seorang sahabatku bilang “ nggak ada gunanya membahas cantik atau tidak canti” pilihan itu lebih menyangkut pada taste (selera).orang desa bilang Singkong lebih enak dari Keju. Para Pencinta Alam akan mengatakan bahwa Gunung lebih menarik dibanding Mall.

Laki-laki yang baik juga tidak akan tertarik sama wanita-wanita yang sibuk mendadani fisik semata, akirnya disinilah berlaku hukum kepantasan seperti yang dibilang Mario Teguh ( Mario mengutip dari ayat Al Qur’an lho..) “ Wanita yang baik untuklaki-laki yang 
baik.” 

“So ….buat apa kita terus menerus mengejar kesempurnaan?”



Senin, 28 Maret 2011

Thanks Mapala Unand


Alam dapat mengungkap watak asli manusia dan membentuk manusia menjadi pribadi yang sebenarnya.Dibalik keindahan dan tantangannya, alam banyak memberi pelajaran tentang hidup dan kehidupan. Itulah yang aku rasakan selama bergabung di MU (Mapala Unand)
Rasa kekeluargaan yang sangat erat, persahabatan yang tulus, rasa setia kawan yang begitu tinggi, keiklasan, kejujuran, kekompakan, solidaritas,kerja sama yang baik membuat aku betah bersama menapaki berbagai keindahan alam.
Kegiatan Pencinta Alam itu menantang,  aku suka sekali dengan tantangan!! yang lebih penting dari semua itu adalah kegiatan pencinta alam mengajarkan strategi kepemimpinan,strategi hidup di alam bebas,  bagaimana memecahkan masalah, berfikir tenang dan tidak panik dalam situasi segawat atau sedarurat apapun,  survival, ilmu penafsiran, dan tentunya membentuk diriku sebagai wanita yang “berprinsip” (cie…)
Pada dasarnya aku suka semua kegiatan yang berhubungan dengan alam, baik itu meniti tubuh gunung sampai puncak, arung jeram, menyusuri pantai dan gua. atau panjat tebing. Gunung menyimpan eksotisme tersendiri dimana kita dengan susah payah menyusuri jalan berliku dan menanjak kadang sampai tersesat.
Daya pikat gunung serta adrenalin yang  dipompa saat di atas tebing membuat aku jatuh cinta dan selalu ingin didekatnya. Berada di tengah-tengah alam membuat aku tahu susahnya hidup yang menjadikanku lebih menghargai kehidupan itu.
Satu hal yang paling mempesona setelah aku sampai di puncak gunung adalah saat memandang Edelweis. Bunga itu sangat sederhana, putihnya seakan-akan menggambarkan kesucian yang sulit dijamah tangan. Bunga yang indah juga tegar, kokoh ditempatnya walau dihembus angin badai sekalipun..
Bunga yang hanya bisa dinikmati orang-orang tertentu yang mempunyai rasa, bunga yang tidak bisa dipetik sembarangan, bunga yang semakin kita pandang semakin kita melihat keindahannya.Bunga yang tak membuat mata bosan memandang, Bunga abadi yang tidak akan menarik bagi jiwa yang tidak mengerti makna.
Aku sempat memetik setangkai Edelweis dan kujadikan penghias meja belajarku dulu.Disaat-saat tertentu aku suka mengamati dan betah memandangnya berlama-lama. Di alam bawah sadar terbersit suatu keinginan untuk “ menjadi seperti Edelweis”
 Tebing akirnya menempati relung hatiku yang paling dalam, aku benar-benar menikmati setiap  tetes keringat yang menyucur deras. Tebing mengajarkan aku tentang semangat dan perjuangan, motivasi dan strategi. Tebing membentuk aku menjadi berani dan percaya diri.
Ilmu diataslah yang sekarang lebih mendominasi dalam hidupku, Thanks MU semoga tetap membentuk pribadi-pribadi yang sejati, mandiri dan tentunya  berprestasi.

Surat buat Tharif

Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu.

Nak…..
Malam ini rasanya sulit sekali memejamkan mata…
Bulan timbul tenggelam di lautan awan, gerimis sesekali menyapa bumi.entahlah….rasa apa yang sedang berkecamuk saat ini. Namun hujan tak turun jua.
Ketahuilah….nak, sebenarnya aku sangat gundah dengan kondisi saat ini.
tapi sayang, jangan terlalu bersedih….
Serahkan semua pada YANG MAHA PENGATUR HIDUP.
Seperti firman ALLAH, “Tiada selembar daun keringpun yang jatuh di permukaan bumi ini tanpa kehendak-NYA dan tiada seekor semut hitam berjalan di kegelapan malam tanpa sepengetahuan-NYA” . JANGAN DUKA

ANAK KU
Tidak seorangpun tau apa yang akan terjadi,
Hari ini kita tertawa, bercanda … tapi tentu bukan untuk selamanya…
Entah berapa waktu yang disediakan buat kita.
Saat mata tak bisa terpejam aku berusaha menuliskan sesuatu yang mungkin kelak berguna atau setidaknya untuk dikenang ketika aku sudah tidak berada disampingmu.

Nak, menjadi ayah dan Ibu itu indah dan mulia.
Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta .
Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.


Tapi kami akui, betapa sepanjang masa kehadiranmu disisi kami, kami seperti menemui keberadaan kami, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakan dan Keibuan terhadapmu.
Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling kami banggakan didepan siapapun.
Bahkan dihadapan Tuhan, ketika kami duduk berduaan berhadapan denganNya, hingga saat usia senja ini.


Nak, pertama engkau hadir, kami cium dan kami peluk engkau sebagai buah cinta kami.
Sebagai bukti, bahwa kita tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. Kecuali oleh kehendakNya.
Tapi seiiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata “TIDAK”, timbul kesadaran siapa engkau dan kami, sesungguhnya. Engkau bukan milik kami, Bukan milik Ayah dan bukan juga milik Ibu nak.
Engkau lahir bukan karena cinta Ayah dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Allah.

Tak ada hak kami menuntut pengabdian darimu.
Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Allah.
Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya kami dan engkau.
Dan dalam waktu panjang dimalam-malam sepi, kami sesali kesalahan kami itu sepenuh-penuh air mata dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkan kami.

Sejak saat itu , satu-satunya usaha kami adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya.
Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu.
Melakukan segala sesuatu karenaNya, bukan karena Ayah dan ibumu.

Tugas kami bukan membuatmu dikagumi orang lain, melainkan agar engkau dikagumi dan dicintai oleh Nya.

Inilah usaha terberat kami, Nak, karena artinya kami harus lebih dulu memberl contoh kepadamu .mendekatkan diri pada yang memilikimu.
Keinginan kami harus lebih dulu sesuai dengan keinginanNya.
Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.
Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu bersama, tak pernah engkau kami hindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam.

Kami cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan Jiwa satu sama lain
Agar dapat kau rasakan perjalan ruhaniah yang sebenarnya.
Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti.




Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti, Nak.
Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus airmatamu, ketika kau hampir putus asa.

Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan dihadapan Tuhan, dan kami dapati jarak kami amat jauh dariNya, kami akan ikhlas.

Karena seperti itulah kami didunia.
Tapi, kalau boleh kami berharap, kami ingin saat itu melihatmu dekat denganNya.

Kami akan bangga Nak,
Karena itulah bukti bahwa titipanNya bisa kami jaga dan kami kembalikan kepadaNya.

Daftar Pustaka: Surat Ayah On Facebook.