Alam dapat mengungkap watak asli manusia dan membentuk manusia menjadi pribadi yang sebenarnya.Dibalik keindahan dan tantangannya, alam banyak memberi pelajaran tentang hidup dan kehidupan. Itulah yang aku rasakan selama bergabung di MU (Mapala Unand)
Rasa kekeluargaan yang sangat erat, persahabatan yang tulus, rasa setia kawan yang begitu tinggi, keiklasan, kejujuran, kekompakan, solidaritas,kerja sama yang baik membuat aku betah bersama menapaki berbagai keindahan alam.
Kegiatan Pencinta Alam itu menantang, aku suka sekali dengan tantangan!! yang lebih penting dari semua itu adalah kegiatan pencinta alam mengajarkan strategi kepemimpinan,strategi hidup di alam bebas, bagaimana memecahkan masalah, berfikir tenang dan tidak panik dalam situasi segawat atau sedarurat apapun, survival, ilmu penafsiran, dan tentunya membentuk diriku sebagai wanita yang “berprinsip” (cie…)
Pada dasarnya aku suka semua kegiatan yang berhubungan dengan alam, baik itu meniti tubuh gunung sampai puncak, arung jeram, menyusuri pantai dan gua. atau panjat tebing. Gunung menyimpan eksotisme tersendiri dimana kita dengan susah payah menyusuri jalan berliku dan menanjak kadang sampai tersesat.
Daya pikat gunung serta adrenalin yang dipompa saat di atas tebing membuat aku jatuh cinta dan selalu ingin didekatnya. Berada di tengah-tengah alam membuat aku tahu susahnya hidup yang menjadikanku lebih menghargai kehidupan itu.
Satu hal yang paling mempesona setelah aku sampai di puncak gunung adalah saat memandang Edelweis. Bunga itu sangat sederhana, putihnya seakan-akan menggambarkan kesucian yang sulit dijamah tangan. Bunga yang indah juga tegar, kokoh ditempatnya walau dihembus angin badai sekalipun..
Bunga yang hanya bisa dinikmati orang-orang tertentu yang mempunyai rasa, bunga yang tidak bisa dipetik sembarangan, bunga yang semakin kita pandang semakin kita melihat keindahannya.Bunga yang tak membuat mata bosan memandang, Bunga abadi yang tidak akan menarik bagi jiwa yang tidak mengerti makna.
Aku sempat memetik setangkai Edelweis dan kujadikan penghias meja belajarku dulu.Disaat-saat tertentu aku suka mengamati dan betah memandangnya berlama-lama. Di alam bawah sadar terbersit suatu keinginan untuk “ menjadi seperti Edelweis”
Tebing akirnya menempati relung hatiku yang paling dalam, aku benar-benar menikmati setiap tetes keringat yang menyucur deras. Tebing mengajarkan aku tentang semangat dan perjuangan, motivasi dan strategi. Tebing membentuk aku menjadi berani dan percaya diri.
Ilmu diataslah yang sekarang lebih mendominasi dalam hidupku, Thanks MU semoga tetap membentuk pribadi-pribadi yang sejati, mandiri dan tentunya berprestasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar